Search Blog :

Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Desember 2012

Terimakasih Tuhan...

Semoga bisa dijadikan bahan renungan buat kita semua...

Seseorang bercerita : "Aku bermimpi, suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat."

Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, ” Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima”. Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia. Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.

Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”. Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun. “Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.

“Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, tanyaku.

“Menyedihkan”, Malaikat-ku menghela napas. ” Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih”.

“Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?”, tanyaku.

“Sederhana sekali”, jawab Malaikat. “Cukup berkata,.. “Terima kasih, Tuhan’ “.

“Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri”, tanyaku.

Malaikat-ku menjawab :
“Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini...”

“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia...”

“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputermu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu..."

"Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan, engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini...”

“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia..”

“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan, maka engkau termasuk orang yang sangat jarang..."

"Jika engkau masih bisa mencintai, maka engkau termasuk orang yang besar, Karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun...”

“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik bila dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan...“

“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih diberkati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali...”

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan ingatlah bahwa Tuhanmu telah menjanjikan bahwa, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu..."

“Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi....”

- Anonymous -

Selasa, 17 Mei 2011

3 x 8 = 23

Sebuah cerita lama yang menarik untuk disimak.. Bahwa setiap hal yang benar tidak selalu lebih baik..

Alkisah,...Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat. 
 Confusius
(Image Source : Googling)

Pembeli berteriak: "3 x 8 = 23, kenapa kamu bilang 24 ?"
Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: "Sobat, 3 x 8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi".
Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata:
"Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah, Confusius yang berhak mengatakan".
Yan Hui: "Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?"
Pembeli kain: "Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?"
Yan Hui: "Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu". Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius.

" 3 Simple Rules Of Lifes "


1. "Face Our Past With No Regret"
Jangan pernah sesali masa lalu…Percuma... Ambil saja hikmahnya. Sekalipun kita menangis sampai mengeluarkan air mata darah, sedetikpun waktu yang telah berlalu tak akan pernah kembali..
2. "Face This Moment With Full Of Faith"
Selalu percaya diri dengan apa yang kita lakukan sekarang. Selama itu baik, tidak bertentangan dengan hati, keyakinan,hukum dan orang lain, mengapa tidak??
3.  "Face Our Risk With No Fear"
Jangan pernah takut untuk menerima resiko jika menurut kita itu yg terbaik. Tidak ada hidup di dunia tanpa resiko, dan tak ada alasan tuk berdiam apalagi menghindarinya. Jika kita berhasil, kita akan bahagia, jika gagal, kita akan lebih bijaksana. Just do it!! Berbuatlah selagi Tuhan masih memberikan waktu

Senin, 16 Mei 2011

Kisah Nyata Penuh Inspirasi

Sebuah kisah nyata penuh inspirasi... Adalah Virginia Satir (26 June 1916 - 10 September 1988), seorang psikolog terkenal asal Amerika yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) . Dan teknik psikologi yang dipakainya disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yang tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.
 Virginia Satir (Source : Wikipedia)

    Suatu ketika ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.
    Cuma ada satu masalah, ibu yang pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi dan menyiksanya.
    Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya.

    Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu:

    "Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan"

    Ibu itu kemudian menutup matanya.

    "Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?"

    Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yang murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

    Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka.”

    “Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi".

    Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, nafasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

    "Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu".

    Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.

    "Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya

    "Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?"

    Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

    "Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".

    Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yang dikasihinya ada di rumah.....

Jumat, 13 Mei 2011

" Sebelum Kita Mengeluh "

Suatu saat ketika sedang asik browsing di internet, saya menemukan banyak sekali kata-kata inspirasional yang sangat menarik untuk disimak. Salah satunya diberi judul “Sebelum Kita Mengeluh.” Ada 11 butir kalimat inspirational di sana. Semoga dapat dijadikan bahan renungan buat kita semua...

1. Sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali...
2. Sebelum kita mengeluh tentang makanan yg ada di meja, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan...
3. Sebelum kita mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan...
4. Sebelum kita mengeluh bahwa kita buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya...
5. Sebelum kita mengeluh tentang suami atau istri, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup...
6. Sebelum kita mengeluh tentang kehidupan, pikirkan tentang seseorang yang tadi sore dipanggil oleh Sang Khalik...
7. Sebelum kita mengeluh tentang anak-anak kita, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin dikaruniai keturunan tetapi belum terkabulkan...
8. Sebelum kita mengeluh tentang rumah yang kotor karena pembantu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan...
9. Sebelum kita mengeluh tentang jauhnya kita telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan...
10. Dan disaat kita lelah dan mengeluh tentang pekerjaan, pikirkan tentang orang-orang yang berdoa siang-malam untuk dapat mempunyai pekerjaan seperti anda...
11. Sebelum kita menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa di dunia ini...