Search Blog :

Senin, 14 Maret 2011

Pasar Terapung..Tradisi Barter Nenek Moyang

Salah satu budaya nenek moyang yang masih bertahan di Kalimantan Selatan. Pasar Terapung, merupakan pasar yang tumbuh secara alami dikarenakan posisinya yang berada di pertemuan beberapa anak sungai menjadikan pasar ini sebagai tempat perdagangan. Terbentuknya Pasar Terapung ini sendiri tidak lepas dari geografis Kalimantan Selatan, yang dibelah oleh banyak sekali sungai yang menghubungkan daerah satu dengan yang lain sehingga mempunyai ciri khas tersendiri terhadap kehidupan masyarakatnya terutama pemanfaatan sungai sebagai sarana transportasi air. Kehadiran Pasar Terapung juga tidak lepas dari sejarah kota Banjarmasin, pada tahun 1526 Sultan Suriansyah (Raja Banjar) mendirikan kerajaan di tepi sungai Kuin dan Barito yang kemudian menjadi cikal bakal kota Banjarmasin. Di tepian sungai ini pula pusat perdagangan tradisional mulai berkembang, dimana para petani, pedagang dan lain-lain dari berbagai daerah berkumpul untuk saling bertukar barang dan hasil alamnya.

1 komentar:

  1. Etniknya masih kental sekali, beda ma Psar Tanggul, berlomba2 psang batu bata baru..dan meninggalkan kepribadiannya :(

    Keep on writing Pak ^^

    BalasHapus